Minggu, 15 April 2012

FADEL MUHAMMAD Rekor Muri 81 Persen Suara, Sampai di Tendang dari Istana Sebelum Pukul 8

Saya mungkin tidak begitu tahu sepak terjang seorang Fadel Muhammad. Tapi saya cukup tertarik dengan dia apalagi setelah drama "reshuffle" kabinet indonesia bersatu jilid 2.

Gubernur Gorontalo, Ya mungkin itu yang membuat saya tidak lagi asing dengan nya.
Ia terpilih menjadi gubernur 2 periode. 2001 hingga tahun 2006. Dan bahkan di tahun 2006 ia mengantongi suara sebanyak 81 persen, tak ayal perolehan suara itu pun masuk dalam penghargaan REKOR MURI, karena menjadi jumlah suara tertinggi di pemilihan sejenis yang pernah berlangsung di Indonesia.

Sebagai seorang gubernur ia dapat dikatakan cukup berhasil memimpin Gorontalo.
Bahkan ia berani mengambil kebijakan intervensi terbatas dari Pemerintahan pusat yang ia rasa cukup menghambat pertumbuhan daerah.
Dalam hal hasil alam, Fadel berhasil membuat Gorontalo menjadi pengekspor jagung yang berkualitas, padahal sebelum ia memimpin, jagung harus di impor. Bahkan ia juga mendapat Penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional tahun 2004-2006 (Piala abadi) dan sejumlah penghargaan lainnya semasa menjabat.

Tapi ditengah tengah,masa kepemimpinannya yang kedua, dan baru ia jalani dua tahun. Fadel dipinang menjadi Menteri kelautan dan perikanan. Tapi malang, belum selesai ia mengemban tugas nya menjadi Menteri, presiden memberhentikanya sebelum masa tugasnya yang seharusnya baru akan berakhir 2014.

Dalam pengakuannya di Metro TV sehari setelah pengumuman reshuffle. Dirinya mengaku kecewa atas keputusan presiden menganti posisinya dengan Cicip Syarif Sutardjo, yang sebenarnya juga berasal dari partai yang sama dengan nya, partai golkar.

Kekecewaan itu didasari bahwa ketika ia dipilih menjadi menteri,ia masih berstatus menjadi Gubernur, dan praktis ia harus meninggalkan posisinya itu. Tapi sekarang ketika dia menjadi menteri, ia di reshuffle bahkan pemberhentian dirinya sebagai menteri tanpa alasan dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dan ia menambahkan, dirinya hanya dihubungi via telepon sekitar pukul delapan malam kurang 15menit perihal pengantian dirinya.

Reshuffle memang hak preogratif seorang presiden. Tapi bukan menjadi sebuah ke halal an untuk
 berlaku semena-mena. Ketika meminta menjadi menteri dengan cara yang baik seharusnya memberhentikanya pun harus dengan cara yang baik. Apalagi sampai sekarang belum ada alasan yang pasti kenapa fadel diberhentikan.

Disini menjadi tidak bijak ketika sebenarnya fadel bisa lebih bermanfaat bagi daerah, tetapi pemerintah mengambilnya. Dan saat ia sudah bersedia mengabdikan diri pada pemerintah pusat, pemerintah malah memberhentikannya secara sepihak.

Apakah memang dari awal tujuanya hanya seperti itu? Bongkar pasang tidak jelas. Tanpa tahu arah dan strategi berikutnya. Yang cukup disayangkan jika kemudian dimunculkan kasus kasus fadel yang seolah olah itulah penyebab dirinya diganti. Padahal menurut saya, toh sebelum menjadi gubernur pun ia sudah kaya dan sukses menjadi pengusaha, jadi tidak akan menjadi masalah bagi fadel jika ia harus diganti.

Di dalam tulisan ini saya tidak membela fadel. Mengenalnya pun tidak. Saya mencoba netral, tapi yang saya kecewakan adalah reshuffle itu sendiri.

Hanya seperti sebatas.
Berulang.


Bersambung.
22:11
senin, 24 oktober 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar